Mesuji –global expost Serangan hama belalang yang melanda lahan pertanian di Kabupaten Mesuji, Lampung, membawa kerugian besar bagi para petani. Tanaman padi, jagung, dan singkong menjadi sasaran utama serangan serangga tersebut hingga menyebabkan gagal panen di sejumlah wilayah. Namun, di balik keresahan petani, sebagian masyarakat justru menemukan cara kreatif memanfaatkan belalang sebagai sumber pangan alternatif.
Warga di beberapa desa di Mesuji mengolah belalang yang ditangkap dari ladang menjadi makanan sehari-hari. Belalang digoreng renyah, dibumbui dengan rempah tradisional, lalu dijadikan cemilan atau lauk pendamping nasi. Rasanya yang gurih membuat sebagian warga mulai terbiasa menyantapnya, bahkan menjadikannya peluang usaha kecil-kecilan.
“Daripada dibiarkan merusak tanaman, lebih baik dimanfaatkan. Kalau digoreng rasanya enak, gurih seperti udang kecil,” ujar Sari, salah seorang warga yang ditemui di Desa bumi harapan.
Fenomena ini bukan hal baru. Di beberapa daerah di Indonesia, belalang memang dikenal sebagai sumber protein hewani yang murah dan bergizi tinggi. Kandungan proteinnya bahkan lebih besar dibandingkan daging ayam, sehingga dianggap mampu menjadi alternatif pangan di tengah kesulitan ekonomi akibat gagal panen.
Meski demikian, petani tetap berharap pemerintah daerah segera turun tangan untuk mengendalikan wabah hama belalang agar lahan pertanian mereka bisa kembali produktif. Sementara itu, inovasi warga dalam memanfaatkan belalang setidaknya menjadi cara unik untuk mengurangi kerugian sekaligus menambah variasi pangan lokal.
Social Header